Selamat Jalan Sayang
Kata-kata apa yang pantas terungkapkan saat merenungi rangkaian tinta pena ini…sungguh, mungkin hanya tetasan air mata serta perenungan bahwa tiada yang abadi di dunia ini…
“Sebenarnya ini Read the rest of this entry »
Kenali Diri
Bila kita ingin meluruskan diri kita, kita harus mengenali perilaku positif dan negative diri kita. Minta koreksi atau kritik dan saran dari orang lain. Bangun inovasi khas yang dimiliki kita, bahkan kalau perlu, lihat secara terus menerus garis-garis diri untuk mencapai hal baru.
Sungguh, awal dari rencana perkembangan adalah mengumpulkan informasi, informasi yang berharga tentang diri kita. bagaimana kita melihat diri kita dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, mari kita buka catatan diri kita sendiri, karena dengan catatan itu, kita bisa bercerita tentang diri kita.
Pribadi Tells dan Asks
Ada lagi dua macam kepribadian tentang bagaimana kita melihat diri kita:
- Pribadi yang suka memberi tahu (tells) yaitu kepribadian yang positif dalam percakapan. Bila berbicara dan berdiskusi secara terbuka dan mengasyikkan. Ada sinar dalam kepribadian ini.
- Pribadi yang suka bertanya (asks), yaitu kepribadian yang negative dalam percakapan. Banyak mendengar, menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, diliputi ketidakjelasan, tertutup, bila tertawa hanya tersenyum dan bila berbicara hanya memberi isyarat dengan tangan dan kepalanya.
Ukuran Kesuksesan
Ukuran sukses adalah bahagia, kepuasan jiwa dan ketentraman hati. Bahagia di dunia dan di akhirat, kepuasan jiwa karena memperoleh yang diinginkan. Dan ketentraman hati karena telah melaksanakan apa yang harus kita lakukan. Dan kesuksesan yang abadi adalah kesuksesan bertemu dengan Zat yang telah menciptakan kita.
Ini yang kadang tidak terpikirkan, mereka hanya terbawa oleh kesuksesan di dunia yang hanya sementara, padahal jelas, kita pasti akan kembali kepadaNya, kita harus menjadikan kesuksesan kita di dunia hanya sebagai perantara untuk kesuksesan kita yang abadi. Jangan pernah merasa puas dengan sebuah kesuksesan, karena pada hakikatnya, kita tidak mengetahui apakah kita mencapai sukses yang sebenarnya atau tidak, yang dapat kita lakukan hanya berusaha dan berdo’a, semoga apa yang kita lakukan membawa kita kepada kesuksesan di dunia dan di akhirat.
Memiliki Ketekunan
Ketekunan seseorrang tidak datang begitu saja. ia harus melalui tahapan-tahapan dan proses yang namanya kebiasaan. semua hal dapat tercapai bila kita tekun menjalani sesuatu. ketekunan ini juga akan tercapai bila kita mulai untuk membiasakan diri tekun. nah, 4 langkah kebiasaan untuk memiliki ketekunan:
- Sebuah tujuan pasti harus didukung oleh hasrat keinginan yang menyala-nyala untuk mencapainya.
- Sebuah rencana yang pasti, dinyarakan dengan tindakan yang terus menerus.
- Jauhi pikiran-pikiran negative yang dapat mengurangi semangat anda.
- Banyak berteman akan mendorong kita mencapai tujuan/sasaran.
Kiat Berlapang Dada
Kiat agar terbiasa berlapang dada :
- Persiapkan mental kita, bahwa kita harus siap untuk menghadapi orang yang kurang menyenangkan yang tidak bias menghargai atau bahkan meremehkan kita.
- Belajar untuk memaklumi dan memahami bahwasanya latar belakang seseorang itu amat beragam dan berbeda-beda.
- Usahakanlah untuk selalu berbaik sangka, jika tidak, hal itu akan sangat mempengaruhi cara berfikir, bersikap dan bertutur kata.
- Biasakanlah selalu menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan mata ini terpejam sebelum berikhrar untuk saling maaf memaafkan.
- Biasakan untuk selalu bersikap mengalah demi kemaslahatan umat.
Penyebab Tidak Diterimanya Do’a
Dari KH. Romly Tamim Jombang.
10 hal yang menyebabkan do’a tidak diterima:
- kita sadar bahwa Tuhan member rizki, tetapi kita tidak memenuhi haknya.
- kita memakan rizki pemberian Allah, tetapi kita tidak pandai bersyukur.
- kita selalu membaca Al Qur’an, tetapi kita tidak mengamalkan isinya.
- kita mengaku syetan adalah musuh kita, tetapi kita ikuti ajakannya.
- kita mengaku cinta Nabi, tetapi kita meninggalkan sunnahnya.
- kita ingin surge, tetapi kita tidak melakukan perbuatan yang dapat memasukkan kita kesana.
- kita takut masuk neraka, tetapi kita melakukan perbuatan yang dapat memesukkan kita kesana.
- kita tahu bahwa kita akan mati, tetapi kita tidak mempersiapkan diri.
- kita sibuk melihat kelemahan orang lain, tetapi kita tidak memperbaiki diri kita sendiri.
- kita sering ikut mengangkat jenazah, tetapi kita tidak ambil pelajarannya.